[Review Album] The Overtunes – Selamanya

Mikha Angelo Brahmantyo mungkin sudah mencuat namanya berkat salah satu acara pencarian bakat di televisi. Untuk melanjutkan karir, ternyata ia memilih kakak-kakaknya, Mada Emmanuelle Brahmantyo dan Reuben Nathaniel Brahmantyo, untuk menemani. Maka hadirlah mereka dalam sebuah band bernama The Overtunes.

Sebelum Selamanya, yang merupakan album debut mereka ini dirilis, The Overtunes sudah mendapatkan perhatian yang cukup berlebih berkat single-single seperti ‘Sayap Pelidungmu’, ‘Dunia Bersamamu’ dan yang terakhir, ‘Jatuh Dari Surga’.

Menilik ketiga lagu ini, tampak jelas jika The Overtunes bukan band pop remaja yang “biasa”. Pilihan untuk memasukkan elemen folk dan indie-pop dalam kemasan musikalitas mereka tentunya menjadi nilai tambah di tengah deras arus utama yang terkesan seragam.

Saat Selamanya hadir secara keseluruhan, The Overtunes semakin mempertegas “perbedaan” yang mereka usung. Memang, tema-tema ringan seperti percintaan masih mendominasi album, tapi yang membuat album ini mencuat adalah bagaimana setiap track dikerjakan dengan rapi dan matang. Kemudaan para personel The Overtunes tidak menghalangi mereka untuk menghadirkan album yang berkelas.

Kendala mungkin adalah masih sulitnya bagi The Overtunes (dan Mikha) untuk keluar dari gaya dan corak musisi lain yang mungkin memberi pengaruh dalam musik mereka. Contohlah ‘Alien’, yang sangat mengingatkan akan gaya Ed Sheeran, baik dari segi vokal maupun pergerakan akor-nya.

Sulit juga bagi diri kita untuk melawan rasa kemiripan dengan cita rasa John Mayer yang terdengar pada beberapa track, seperti ‘Ku Ingin Kau Tahu’ misalnya.

Tapi semua cacat cela dimaafkan, karena The Overtunes dengan atraktif menghadirkan musikalitas yang segar, memadukan antara akustik yang kaya dinamika dengan lirik-lirik sederhana yang lugas, namun juga terkesan puitis.

Balada pop folk di tangan The Overtunes tidak harus terdengar obscure, namun manis dan sangat sedap di telinga.  Siapa yang tak terbuai saat mendengar Mikha menyanyikan lirik “aku jatuh hati /kaulah satu-satunya untukku / hatiku hatimu.” Vokal Mikha yang empuk pun menjadi kekuatan tersendiri sebagai penggerak lagu-lagunya.

Mungkin kehadiran nama-nama musisi asing, yang bertugas membuat separuh materi lagu di dalamnya, seperti Ben Adams (‘Alien’) atau John Andreasson (‘Melayang’), membuat cita-rasa “internasional” Selamanya pun menjadi tebal. Namun, bukan berarti materi yang dikerjakan oleh The Overtunes secara mandiri kalah menarik pula. Malah berimbang mencorongnya. Mungkin di album berikutnya The Overtunes berkesempatan untuk mengeksplorasi musik mereka sendiri dengan lebih luas.

Terlepas dari itu, Selamanya adalah album yang menawan. The Overtunes memberikan janji bahwa mereka musisi yang tidak hanya memiliki talenta yang besar, namun juga musikalitas yang cemerlang. Sebuah berlian yang layak dimiliki oleh skena musik Indonesia untuk saat ini, esok, lusa dan selamanya.

Oleh:
Haris Fadli Pasaribu

five-stars-rating-symbols 4


TANGGAL RILIS:
4 Juni 2015

LABEL:
Sony Music Entertainment Indonesia

TRACK:
10

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s