[Review Album] Maudy Ayunda – Moments

Maudy Ayundafive-stars-rating-symbols 3

Adalah sangat mudah untuk bisa menikmati “Moments“, yang merupakan album susulan Maudy Ayunda setelah debutnya, “Panggil Aku…” di tahun 2011 yang lalu. Pop yang menyuarakan nada-nada cinta, entah manis juga getir, namun dikemas dengan cantik, sehingga sulit menolak ajakan untuk larut di dalamnya.

Maudy Ayunda adalah artis penuh bakat. Rupa menawan bukan andalan utamanya, karena ia adalah seorang aktris yang baik sekaligus penyanyi dengan vokal renyah yang lembut mengalun.

Mengingat jangkauan vokalnya memang tidak luas, tidak heran jika lagu-lagu yang diusung oleh Maudy cenderung bergerak dalam tempo lambat atau medium, sehingga materinya cenderung terkotak dalam balada. Istimewanya, Maudy tidak ingin terjebak dalam melankolisme semata. Ia ingin memberi aksen khas yang membedakan lagu-lagunya dengan penyanyi pop sejenis. Tidak ingin lagu-lagunya jatuh pada laratan cinta yang cengeng mendayu-dayu.

Sebagai langkah awal, Maudy menggandeng berbagai penulis lagu dengan latar yang berbeda untuk membantunya. Maka hadirlah nama-nama seperti Dewi Lestari, Bemby Noor, Badai Kerispatih, Nino RAN, dan Nadya Fatira untuk menyumbangkan karya tulis lagu mereka.

Setiap nama memiliki karakteristik tertentu, yang diserap Maudy dengan cukup baik, sehingga meski warna penulis lagu tetap terasa di setiap lagu yang dinyanyikannya, namun secara umum tetap terdengar seperti… Maudy Ayunda.

Klopnya justru terasa lebih menonjol saat Maudy menyanyikan lagu-lagu Nadya Fatira seperti ‘Bayangkan Rasakan’ dan ‘Tak Akan Sendiri’, dimana latar folk Nadya Fatira juga pas saat dinyanyikan oleh Maudy. Ini menjadi sewarna dengan single hits ‘By My Side’, yang merupakan hasil kolaborasi bersama penyanyi aslinya, ‘David Choi’.

Pengaruh balada pop-folk semakin terasa saat Maudy menyanyikan lagu ciptaannya sendiri seperti ‘Sekali Lagi’, meski dari segi lirik jelas nama Dewi Lestari yang terlintas di benak. Kalimat seperti “Ku lihat awan membentuk wajahmu / Seakan dunia pun telah setuju” terdengar seperti layaknya yang akan ditulis oleh seorang Dewi Lestari.

Penyanyi dan penulis novel kenamaan ini menyumbangkan dua lagu untuk Maudy, yaitu ‘Perahu Kertas’ dan ‘Tahu Diri’. Lagu-lagu yang kuat dari segi lirik dengan diksi kaya dan notasi menghanyutkan. Kebetulan dua lagu ini adalah soundtrack dari film “Perahu Kertas” yang dibintangi Maudy dan diangkat dari novel Dewi Lestari.

‘Moments’ seolah menegaskan jika album ini adalah momentum bagi seorang Maudy Ayunda untuk menunjukkan karakternya sebagai seorang penyanyi. Sukseskah ia? Rasanya iya.

Hanya saja ini mungkin juga bisa menjadi aral tersendiri. Maudy akan dikenal sebagai penyanyi pop balada percintaan saja, ketimbang lebih dari itu. Ia masih harus menjawab tantangan saat menerjemahkan lagu-lagu dengan intensitas yang lebih kompleks atau memerlukan teknik bernyanyi yang lebih intens atau kaya.

Bahkan saat menyanyikan lagu yang lebih “lincah” seperti ‘This Moment’ yang menampilkan rapper Iwa K, Maudy terasa gemulai. Penghayatan dirinya untuk balada tidak usah diragukan, namun sepertinya Maudy Ayunda masih menemukan teknik yang pas saat harus keluar dari wilayah amannya.

Namun perjalanan masih panjang. Maudy Ayunda masih punya banyak waktu untuk mengasah kemampuan dirinya, baik sebagai seorang penyanyi atau musisi. Lagi pula siapa yang sulit pesonanya saat menyanyikan ‘Untuk Apa’ yang amat sangat menohok itu misalnya. Keberhasilan lagu ini sudah cukup menjadi jika seorang Maudy Ayunda merupakan penyanyi handal yang karya-karyanya layak untuk senantiasa dicermati.

Oleh:
Haris Fadli Pasaribu

TANGGAL RILIS:
1 April 2015

LABEL:
Trinity Optima Production

TRACK:
10

 
available-on-itunes

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s